SMK Negeri 1 Rembang

Hubungi Kami : (0295) 691377 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Wednesday, 19 August 2015 04:36

Pupuk Kompos

Written by 
Rate this item
(0 votes)

INSTALASI PUPUK KOMPOS

SMK NEGERI 1 REMBANG

 

Sampah organik adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau, yang sering disebut dengan kompos). Kompos merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia. Jenis sampah dari pasar khususnya pasar sayur mayur, pasar buah, atau pasar ikan, relatif seragam dan sebagian besar ( ± 95%) berupa sampah organik sehingga lebih mudah ditangani. Sampah yang berasal dari pemukiman umumnya sangat beragam, tetapi secara umum (± 75%) terdiri dari sampah organik dan sisanya anorganik.

Berikut ini dijelaskan bagaimana cara membuat pupuk kompos di SMK Negeri 1 Rembang :

- Pertama-tama siapkan dulu sampah lapuk (garbage) dengan langkah-langkah berikut :

  Carilah kompos alami yang banyak terdapat di lahan-lahan yang sebelumnya menjadi tempat pembuangan sampah organik, yakni dengan cara sebagai berikut :

v  Gali tumpukan sampah yang sudah seperti tanah

v  Pisahkan dari bahan-bahan yang tidak dapat lapuk

v  Jemur sampai kering kemudian ayak

v  Bubuhkan 50 – 100 gram belerang untuk setiap 1 kg tanah sampah.

 

- Selanjutnya siapkan bahan-bahan kompos berikut ini :

  • 4 - 6 m3 sampah lapuk (garbage)
  • 750 kg kotoran ternak sapi/ kambing (± 50 kaleng ukuran 20 liter)
  • 30 kg abu dapur atau abu kayu
  • Daun-daun kering ± 2 m3 yang sudah digiling/ dihancurkan (SMK Negeri 1 Rembang memiliki alat penghancur daun ini, yang merupakan hasil karya siswa dari Paket Keahlian Teknik Pemesinan)

- Cara Membuat

1.  Buatlah bak pengomposan dari bak semen. Dasar bak cekung dan melekuk di bagian tengahnya. Buat lubang pada salah satu sisi bak agar cairan yang dihasilkan dapat tertampung dan dimanfaatkan.

2.    Aduk semua bahan menjadi satu kecuali abu. Masukkan ke dalam bak pengomposan setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan supaya mikroorganisme aerob dapat berkembang dengan baik. Kemudian taburi bagian atas tumpukan bahan tadi dengan abu.

3.  Untuk menandai apakah proses pengomposan berlangsung dengan baik, perhatikan suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baik akan meningkatkan suhu dengan pesat selama 4 – 5 hari, lalu segera menurun lagi.

4.  Tampunglah cairan yang keluar dari bak semen. Siram ke permukaan campuran bahan untuk meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepat proses pengomposan.

5.    Kira-kira 2 – 3 minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah 2 -3 bulan kompos sudah cukup matang.

6.    Jemur kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira tinggal 50-60% saja.

7.    Kemas

       Pupuk Kompos SMK Negeri 1 Rembang, selain dimanfaatkan sendiri untuk menyuburkan tanaman di lingkungan sekolah, seperti taman sekolah maupun lahan pembibitan, juga telah dipasarkan.

Dokumentasi pembuatan pupuk kompos dan pemanfaatannya :

 

 

Sampah dikumpulkan dengan gerobak sampah, dipisahkan antara sampah organik dan anorganik

 

Tempat penampungan sampah

Sampah daun yang sudah kering digiling

Lahan pembibitan, memanfaatkan kompos

Read 513 times Last modified on Thursday, 20 August 2015 07:21
More in this category: « Pelatihan Stir Mobil
Login to post comments